Nunggak Bayar Pajak, Siap-Siap Masuk Penjara

Nunggak Bayar Pajak, Siap-Siap Masuk Penjara

IBID / 21 November 2019 / 50 / Seputar iBID

Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) merupakan dokumen yang penting bagi pemilik kendaraan, baik roda empat maupun roda dua. Dengan begitu, jangan sampai surat tersebut tidak berlaku atau mati, karena si empunya mobil atau motor tidak membayar pajak tahunan.

Jika sampai STNK mati, pihak kepolisian berhak melakukan penilangan dengan sanksi pidana penjara atau denda.

Seperti dijelaskan Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir, penilangan dengan sanksi pidana penjara atau denda, berdasarkan Pasal 288 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam peraturan tersebut tertulis, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf A dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).

Sementara itu, aturan tersebut juga ditambah dengan Peraturan Kapolri Nomor 5 tahun 2012, tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, yang sudah dijelaskan dalam pasal 37 ayat 2 dan 3, yaitu STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor.

Sedangkan ayat 3 dalam peraturan tersebut, berbunyi STNK berlaku selama lima tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah regident dan harus dimintakan pengesahan tiap tahun.


50

Kirim Artikelnya

Artikel Terkait