Tips Menjaga Ban Mobil dan Penyebab Ban Mobil Pecah

Tips Menjaga Ban Mobil dan Penyebab Ban Mobil Pecah

IBID / 18 October 2019 / 50 / Seputar iBID

Menjaga kondisi ban mobil termasuk salah satu komponen penting yang harus dilakukan oleh pemilik kendaraan. Pasalnya merawat mobil tak hanya sekadar memperhatikan tampilan eksterior dan interior atau performa mesin. Akan tetapi, aspek lainya harus juga diperhatikan, termasuk kondisi ban.

Kenapa? Karena ban juga memiliki peran vital dalam sebuah kendaraan. Tanpa ban, mobil tak bisa melaju sesuai dengan yang kita inginkan. Ban juga turut berperan dalam menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang kendaraan itu, apalagi saat melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi. 

Nah karena itu, ada baiknya para pemilik mobil ikut peduli dan menjaga kondisi ban agar tetap prima. Jika Anda belum tahu bagaimana cara merawatnya, berikut hal yang harus diperhatikan:

1. Periksa Tekanan Angin

Pada dasarnya tekanan angin pada ban akan selalu berkurang. Karena itu, periksa tekanan angin setidaknya seminggu sekali. Jika tekanan angin tak sesuai ukuran maka tambah kembali. Perlu dicatat untuk mengisi tekanan angin ban tak boleh lebih atau kurang, harus pas.

Kurang tekanan angin pada ban bisa berimbas pada konsumsi bahan bakar, karena ketika ban kempes maka lajunya akan terasa terhambat.

Dengan memeriksa tekanan angin, maka hal tersebut dapat memperpanjang usia ban dan mengurangi resiko-resiko yang tidak diinginkan, salah satunya ban pecah.

Ban pecah bisa terjadi karena material kawat baja menjadi mudah putus saat ban kekurangan tekanan angin.

2. Rotasi Ban

Merotasi atau menukar ban dari sebelah kanan bagian depan ke bagian kiri belakang dan sebaliknya ini dipercaya menjadi salah satu cara ampuh merawat ban.

Hal ini dikarenakan ban depan dianggap lebih cepat aus karena gesekan dibandingkan ban belakang. Bagaimana tidak, ban depan lebih banyak gesekan lantaran digunakan untuk berbelok. Sebaliknya, ban belakang lebih lama aus karena hanya sedikit melakukan gesekan.

Jika ban depan cepat gundul sebelum waktunya, tentu saja berpotensi menyebabkan ban pecah jika selalu digunakan

Dengan merotasi ban, maka hal tersebut bisa membuat Anda lebih jarang untuk mengganti ban. Adapun, disarankan untuk menukar posisi ban sudah menempuh jarak 5.000 kilometer.

3. Pastikan Jalur yang Dilalui

Ketika ban sudah siap digunakan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi jalan yang dilalui. Pasalnya, ketika melewati jalan rusak dan bebatuan serta berlubang, maka hal tersebut lebih beresiko ban mobil cepat rusak.

Perlu diperhatikan pula, jika bagian dinding ban terasa terkena lubang, maka Anda harus menepi dan memeriksanya. Sebab, dinding ban biasanya dibuat tidak sekuat bagian telapak ban. Karena itu, jika ban kempes, tergores, atau  robek, baik nya langsung diganti dengan ban serep

Melewati jalanan berlubang dan rusak juga akan membuat kondisi di dalam mobil menjadi kurang nyaman. Bahkan, bukan tak mungkin ban bisa pecah lantaran terkena aspal atau beton.

4. Hindari Bawaan Berlebihan

Hal lain yang dapat mempengaruhi kondisi ban juga bisa dikarenakan beban yang ada di dalam mobil. Karena itu hindari membawa barang berlebihan.

Pasalnya, material yang digunakan untuk membuat ban pasti sudah disesuaikan. Jika membawa bawaan berlebihan, bisa saja membuat kekuatan ban berkurang dan menyebabkan ban pecah karena tidak sanggup menahan beban. Nah, jika tidak sesuai bukan tak mungkin ban bisa pecah sehingga berpotensi terjadi kecelakaan.

5. Hindari Melaju Dengan Kecepatan Tinggi

Melaju dengan kecepatan tinggi jadi salah satu hal yang dapat mengurangi keawetan sebuah ban. Hal ini karena, ban akan lebih banyak mengalami gesekan. Belum lagi jika permukaan jalan kasar dan banyak bebatuan.

Perlu dicatat pula, mengemudi dengan kecepatan tinggi juga bukan tak mungkin Anda melakukan pengereman secara mendadak. Dengan mengerem mendadak itu pula, ban jadi lebih cepat terkikis karena adanya gesekan ban dengan aspal.

6. Ban Sudah Kedaluwarsa

Ban juga bisa kedaluwarsa. Biasanya, untuk mengetahui ban kedaluwarsa bisa dilihat dari kode produksi ban yang umumnya dicetak menggunakan empat angka yang menandakan minggu dan tahun pembuatan.

Contoh seperti 2119, maka angka 21 menentukan minggu dan angka 19 tahun merupakan tahun pembuatan. Sedangkan artinya ban dibuat pada minggu ke-21 tahun 2019.

Ada yang menyebutkan, ban kedarluwarsa setelah 6-8 tahun produksi. Namun ada juga yang menyebutkan kedarluwarsa usia ban 6-8 tahun artinya hanya jaminan dari pabrikan telah habis.

7. Cek Tambalan Ban

Ban Anda pernah bocor? Tentu solusi yang terpikir adalah menambalnya. Hal ini memang sah-sah saja, akan tetapi jika tambalan ban tidak benar berpotensi menyebabkan ban pecah.

Tambalan yang tidak benar sering mengakibatkan ban dengan mudah kembali kekurangan tekanan angin. Nah, jika ban kurang tekanan, bukan tak mungkin bagian ban mengalami gesekan ditambah adanya bobot pada kendaraan, alhasil durability ban menjadi pecah bisa sangat terjadi.


94

Kirim Artikelnya

Artikel Terkait